Jl. Salabintana - Kab. Sukabumi (HUMAS Bagian Tata Usaha)
Kepala Kanwil Kementerian Agama Jabar, Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si, mengajak para ASN untuk memiliki kemampuan dalam dunia digital, sehingga dapat menggunakan media sosial dalam menyebarkan kebaikan. Karena itu ia mengajak buatlah sebanyak mungkin konten yang positif dan mencerminkan nilai-nilai yang menjadi pegangan di lingkungan Kemenag.
“Kita punya sebanyak 23 ribu ASN Kemenag di Jabar, tetapi sepi pemberitaannya,” kata Ajam Mustajam saat memberikan arahan pada acara Pembinaan ASN di Kementerian Agama Kab. Sukabumi, Rabu (09/08/2023), di Hotel Selabintana. Hadir mendampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jabar Drs. H. Ali Abdul Latief, M. Ag , Kepala Bidang Urais dan Binsyar H. Ahmad Patoni, MM.
Hadir juga pada kesempatan itu para kepala seksi Kemenag Kab. Sukabumi, pengawas, kepala madrasah, kepala KUA, penyuluh, dan guru IGRA.
Ajam mengharapkan, ASN Kemenag yang ada di tengah masyarakat menjadi semacam penafsiran dari lima nilai-nilai budaya kerja Kemenag, yaitu sebagai teladan. Dalam dunia informasi saat ini, penyebaran kebaikan itu bisa dilakukan setiap orang. Karena hampir setiap individu saat ini bersentuhan dengan media sosial. Ini menjadi salah satu ladang dakwah yang efektif.
Ia mencontohkan hal-hal kecil yang bisa dijadikan konten kebaikan dan publikasikan. Hal ini bisa menjadi salah satu ladang dakwah. Misalnya seorang tetangga di sebuah kampung mengetuk rumah ASN Kemenag atau penyuluh agama. Kemudian mohon bantuan berupa doa agar anaknya yang sakit jadi sembuh. Lewat doa-doa ternyata memang sembuh.
“Nah hal seperti itu perlu dipublikasikan. Ada unsur kebaikan yang kemudian bisa diteladani masyarakat. Contoh lainnya, ada ASN (Kepala KUA) yang mengikuti acara tahlilan atau kegiatan sehari hari yang dianggap kegiatan biasa-biasa saja. Pada kesempatan itulah Kepala KUA bisa memberikan kebijakan Kemenag bagi masyarakat. Ini bisa dijadikan konten,” ujarnya.
Diharapkannya setiap kabupaten/kota bisa membuat konten yang bernilai dan bermuat pesan kebaikan. Minimal setiap hari satu konten. Jumlahnya akan menjadi banyak dan masif. “Di kab./kota ada berapa ASN, berapa KUA, berapa penyuluh, berapa guru madrasah. Kepala Kantor Kemenag tolong berikan tugas kepada para penyuluh, guru , dan KUA untuk membuat konten berisi ajakan kebaikan. Bisa juga konten tersebut sebagai wadah menyampaikan kebijakan Kemenag,” katanya.
Jika sekitar 23 ribu ASN Kementerian Agama di Jabar termotivasi dan ditugaskan membuat konten ajakan kebaikan tentang kerukunan umat beragama, misalnya, insyaallah orang yang mengajak pada kejelekan kejelekan serta pertengkaran akan terlibas. Hal itu bisa terjadi karena ASN Kemenag hadir aktif di medsos untuk kebaikan.
Ia juga mengajak ASN untuk bersama-sama menciptakan kondusivitas di daerahnya masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsinya. Para guru hendaknya mengajak orang tua siswa untuk membangun kehidupan keagamaan, agar tetap damai di Kab. Sukabumi. Ajakan yang sama juga dilontarkan kepada para petugas KUA dan penyuluh agama.
2024 MAN IC Dibangun
Berkenaan dengan pembangunan MAN Insan Cendikia Jawa Barat, Ajam menargetkan pembangunannya dilaksanakan di tahun 2024. Sehingga tahun 2025 dapat digunakan untuk proses belajar mengajar.
Pihaknya diberi kewenangan untuk mengakses kepala madrasah MAN IC, termasuk para guru-gurunya. Tentu semuanya harus berasal dari Jawa Barat. Hal yang harus dievaluasi dari bidang madrasah adalah berapa guru tetapnya dan berapa guru honorernya, serta bagaimana proses rekrutmennya. Menurutnya proses rekrutmen ini penting untuk menentukan prestasi madrasah.
Kontributor : Eva Nurwidiawati
Editor : Tri Budiono
sumber : Kanwil Kemenag Jabar