Bela diri merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang selalu eksis hampir di setiap sekolah. Mulai dari sekolah swasta hingga sekolah negeri. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya diselenggarakannya pertandingan pencak silat. Di indonesia sendiri, kesenian bela diri terbagi menjadi beberapa jenis. Untuk beberapa jenis yang dikenal di Indonesia diantaranya, Karate, pencak silat, taekwondo, tinju, dan wushu.
Belajar bela diri ternyata nggak hanya melatih fisik menjadi lebih kuat dan siap dalam menghadapi musuh sewaktu-waktu dibutuhkan. Namun, bela diri juga dapat menjadi wadah membangun karakter seseorang. Terutama karakter untuk disiplin waktu, karakter untuk bertanggung jawab, dan berfikir bertindak cepat setiap dihadapkan pada persoalan.
Karena alasan inilah, sekolah mulai mengikusertakan bela diri menjadi salah satu ekstrakulikuler pilihan yang selalu diminati para siswa. Salah satunya, MTs. Negeri 3 Kota Tasikmalaya.
Sekolah ini telah berhasil mencetak banyak kejuaraan dalam berbagai pertandingan bela diri. Seni bela diri yang di dalami yaitu pencak silat dan dikenal dengan nama perisai diri. Ekstrakulikuler Pencak SIlat (Persiai Diri) kini telah memiliki satu pelatih tetap yang dengan sabar menyalurkan ilmu yang dimilikinya pada anak perisai diri rutin setiap dua kali seminggu.
Disiplin Berlatih. Berlatih Disiplin.
Asep Rahmat S.Pd., M.Pd.I. , pembina perisai diri, mengatakan bahwa perisai diri selain mampu untuk melatih kekuatan dan ketahanan fisik, mampu melatih disiplin, juga mampu melatih mental untuk siap dalam mengkuti berbagai kejuaraan.
Hal ini dibenarkan oleh salah satu jawara perisai diri MTs. Negeri 3 Kota Tasikmalya, Indah Sabila baginya, setelah mengikuti latihan rutin setiap ekstrakulikuler dirinya merasakan perbedaan yang sangat terasa terutama dalam mental dan juga fisik yang menjadi lebih kebal dari penyakit. Tak hanya itu, bagi Renald pencak silat memang sudah menjadi bagian dari dirinya. Bukan hanya dengan alasan dirinya terlahir dalam keluarga yang juga mendalami bela diri, tetapi rasa kesatuan dan kekeluargaanlah yang membuat renal nyaman dengan ekstrakulikuler ini.



