Palang Merah Remaja pasti tidak asing lagi buat Siswa-Siswi. Dari zaman ortu kita sekolah, PMR sudah ada. Merekalah yang terlihat selalu siaga di setiap acara-acara sekolah. Bila ada siswa yang pusing atau pingsan, anggota PMR bertugas menangani dan merawat mereka. Namun, bila hanya seperti itu yang kamu lakukan sebagai anggota PMR, berarti kegiatanmu jadul banget. PMR zaman sekarang tidak hanya bertugas sebatas itu. Selain membantu siswa yang sakit di sekolah, anggota PMR juga harus siap diterjunkan ke berbagai daerah bencana jika terjadi di sekitar sekolahmu. Banyak tugas dilakukan, termasuk memindahkan barang korban ke tempat pengungsian, atau membantu administrasi dalam kegiatan bakti sosial. Anggota PMR masa kini harus piawai mendirikan tenda peleton tentara yang besar itu, sampai merawat orang sakit serta lanjut usia. Hebatnya lagi, kemampuan PMR terus diasah lewat berbagai lomba. Tujuannya, mereka selalu terlatih dan tiap saat siap memberi bantuan. Perlombaan Di kota-kota seperti Tasikmalaya, hubungan mereka dengan pengurus PMI setempat amat erat. Apalagi, instruktur PMR di sekolah-sekolah memang berasal dari PMI. Mereka berbagi ilmu dan pengetahuan berbagai keterampilan kepalangmerahan. Alien Kurnianingsih, M.Pd, Pembina PMR Unit MTs. Negeri 3 Kota Tasikmalaya, misalnya, mendapat tugas melatih anggota PMR di Madrasah . Jalinan hubungan itu yang membuat kegiatan PMR maju pesat. PMI sering memberi informasi terbaru mengenai kegiatan di tingkat internasional. Selain itu, juga mengadakan berbagai lomba bagi anggota PMR, dari tingkat mula (SD/MI), madya (SMP/MTs), sampai wira (SMA/MA). Peran PMR ternyata amat besar dalam membangun jiwa solidaritas dan karakter anggotanya. Kegiatan PMR di Indonesia diketahui oleh Palang Merah Internasional. PMR Indonesia dinilai berhasil dalam karya pembangunan karakter pemuda dengan didasarkan atas prinsip fundamental seperti kemandirian, kesukarelaan, dan kesatuan.



